Sumbangsih Orang Kristen dalam Peradaban Islam

Oleh: Syarif Hidayat Santoso

Sejarah pertemuan Islam-Kristen selalu diwarnai sentimen konflik peradaban. Sejarah Islam sendiri mencatat benturan umat Islam pertama dengan imperium Bizantium sebagai konflik politik awal Islam dan Kristen. Perang Salib selama dua abad disusul pengusiran kaum muslim Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella tahun 1492 dan kolonialisasi negara-negara barat di dunia Islam menambah panjang deretan benturan dua agama ini. Edward Said (1987) mencatat kalau imperialisme merupakan persoalan mendasar dalam struktur relasi Islam-Kristen selain kristenisasi dan orientalisme. Pandangan Said ini seakan menunjukkan bahwa barat menyerang Islam dalam tiga dimensi sekaligus yaitu akidah (kristenisasi), politik-ekonomi (imperialisme) dan keilmuan (orientalisme).
Fakta-fakta diatas lebih dari cukup untuk menunjukkan rumitnya relasi Islam-Kristen. Tanpa sadar, kita sering mengadopsi pandangan bahwa Islam dan Kristen sulit untuk berdamai meski forum-forum dialog sering diselenggarakan. Umat Islampun banyak yang skeptis akan niat baik kaum Kristen dalam setiap forum dialog, apalagi fakta politik kontemporer menunjukkan bahwa negara-negara yang mengekspansi negara-negara muslim dewasa ini hampir didominasi negara dengan penduduk Kristen. Kaum kristenpun sulit ditemukan aktif dalam mobilisasi massa dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, Irak atau Lebanon, meski komunitas Kristen banyak berdiam di tiga negara tersebut.
Namun, jangan skeptis. Tidak semua orang Kristen tak berjasa bagi umat Islam. Sejarah awal Islam menemukan adanya apresiasi orang Kristen terhadap perjuangan Muhammad. Nama-nama seperti pendeta Buhaira, Waraqah Bin Naufal, Raja Negus dari Abbesinia, istri nabi Maria Al Qibtiyah merupakan deretan para pengikut Kristiani dalam sejarah Islam awal. Terkecuali Maria, deretan nama-nama diatas adalah pengikut kristen unitaris (muwahhidun) yang memiliki kesamaan pandangan dengan monoteisme Islam. Secara akidah, kaum kristen diatas memang mengadopsi keberagamaan tauhid yang tak mempertuhankan Isa.
Tapi, sejarah Islampun mencatat bahwa para penganut Kristen trinitaspun juga bisa bertoleransi terhadap Islam. Sambutan baik kaisar Heraklius terhadap ajakan Nabi Muhammad juga sambutan yang sama diberikan oleh Muqauqis, gubernur Mesir yang menghormati Nabi Muhammad, bahkan mengiriminya hadiah seorang budak wanita, Maria Al Qibtiyah. ketika, diusir oleh masyarakat Thaif, nabi Muhammad berlindung di kebun anggur milik Utbah. di kebun anggur inilah, rasulullah disuguhi anggur oleh Addas, budak kecil Utbah. betapa senangnya hati nabi ketika mendengar penjelasan Addas, bahwa Addas berasal dari Niniveh, kota asal Nabi Yunus, yang disebut oleh Nabi kita sebagai saudaranya. W. Montgomery Watt mencatat bahwa katedral John The Damas di Syiria dipakai secara bersama baik oleh kaum muslim maupun Kristen sebelum Al Walid I mengubahnya menjadi Masjid. Dalam dunia keilmuan, terdapat nama Hunain Bin Ishaq (809-873), salah seorang penerjemah Kristen tersohor. Bahasa Yunani dan Syiriac yang dikuasai Hunain merupakan pembuka jalan masuknya keilmuan Yunani kedalam Islam. Hunain berjasa besar menerjemahkan 20 buku Galen kedalam bahasa Syiriac dan 14 buku lain kedalam bahasa Arab (Harun Nasution:1973) Penerjemah Kristen lain adalah Yahya Bin Abdi (wafat 974), Ishaq Bin Hunayn, Qusta Bin Luqa, Abu Bisr Matta Bin Yunus (salah satu guru Al Farabi) serta Tsabit Bin Qurra (wafat 901). Khusus Tsabit Bin Qurra, masih terdapat perdebatan apakaah dia seorang Kristen ataukah seorang penyembah bintang. Selain sebagai penerjemah, Tsabit Bin Qurra berjasa menghubungkan geometri dengan aljabar. Penelitiannya tentang sesuatu yang tak terbatas membuka rasionalitas orang Arab tentang matematika tak berhingga pada abad sembilan masehi.
Memang para penerjemah Kristen sangat sedikit jika dibandingkan para penerjemah Islam sendiri. Juga tradisi penerjemahan ini murni inisiatif kekhalifahan Islam, karena penerjemahan tradisi Yunani oleh Kristen Arab sangat ditakuti dapat merusak keimanan mereka. Salah satu karya Aristoteles, Organon tidak berhasil diselesaikan oleh kaum Kristen karena khawatir filosofi Aristoteles mengganggu konsep dan doktrin mereka. Namun, bagaimanapun juga kontribusi mereka tak boleh diabaikan. Dari Hunain, Tsabit dan juga Yahya keilmuan Yunani diadapsi, ditransmisikan dan diislamisasi sekaligus oleh para ilmuwan Islam masa itu. Sampai milenium pertama masehi, filosof Kristen dan muslim memiliki perkumpulan diskusi bersama di Baghdad. Al Farabi, filosof muslim terbesar juga memiliki guru Yuhana Bin Heilan dari Harran. dari Yuhana inilah ia belajar filsafat Plato
Banyak agamawan Kristen simpatik dan jujur terhadap keilmuan Islam. Santo Jean De La Croix mengakui mistisismenya mirip dengan sufisme Islam. juga Exxbrant yang mengakui Ibnu Sina. Di Spanyol Islam, para filosof Kristen bersama matematikawan Yahudi merupakan unsur penting dalam struktur keilmuan para ulama Islam sebelum reconquista. Mereka membangun sebuah komunitas ilmiah segitiga yang dinamis. Ketiga pemeluk agama Samawi ini hidup dengan rukun meski struktur sosiologis masyarakat Spanyol menempatkan orang Islam sebagai kaum elit.
Penulis adalah Alumnus Hubungan Internasional Fisip UNEJ.
Tulisan ini dikembangkan dari versi aslinya yang dimuat dalam tabloid Rakyat pos edisi Januari 2010.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s